Kamis, 31 Oktober 2019

Sebuah Cita Cita, Kaderisasi Ulama by Desain

fadhoil.com

Strata yg tertinggi dalam Islam bahkan di labeli sbgai pewaris para Nabi adalah AL 'ULAMA AL RABBANI.

Surat Fathir (35) Ayat 28

وَمِنَ ٱلنَّاسِ وَٱلدَّوَآبِّ وَٱلْأَنْعَـٰمِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَـٰٓؤُا۟ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ
Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun

Maka usaha untuk menghadirkan individu individu "Ulama/Hanya Takut Pada Allah" merupakan bagian dari "Kemulyaan."

Berikut ini beberpa nutrisi asupan ilmu (kurikulum) bagi calon kader ulama;

1. Asupan ilmu penguat pemahaman.
Di antara ilmu yg di butuhkan adalah; ilmu nahwu, ilmu shorof, ilmu bayan, ilmu al badi', ilmu ma'ani, alwad', isytiqaq, usul al lughoh
Dengan ini maka seorang kader ulama memiliki alat untuk membangun kedalaman pemahaman terhadap warisan warisan Islam.

2. Asupan nutrisi ilmu yg berfungsi untuk membangun keyakinan

 Dengan ilmu ini maka seorang kader akan mampu menganalisa bahwa ucapan yg dia ucapkan, apa yg dia ambil merupakan kebenaran dari Allah dan Rasulnya dan bukan prasangka yg penuh dengan ketidak pastian.

Ilmu yg di butuhkan adalah; 'Ulum al hadist, 'ilm al jarh wa ta'dil, 'ilmu al rijal

3. Asupan nutrisi ilmu Pendalaman dengan Rinci

Dengan ilmu ini maka seorang kader akan mampu mengaitkan satu dalil dengan dalil yg lain.

Ilmu yg di butuhkan adalah; Usul al fiqh ( naskh wal mansukh, muhkam wa mutasyaabih, mutlak wa muqoyyad, mujmal wa mubayyan, al 'am wal khos, al dhohir wa muawwal, al nasy wal mustarak), mantiq, albahtsu, munadhoroh

4. Nutrisi untuk membangun kebersihan hati

Disini seorang kader harus belajar; akhlak para Nabi, akhlak para ulama, akhlak para tabi'in, akhlak para pendahulu (akhlak KH. Ahmad Dahlan, akhlak AR Fakhruddin, akhlak dan keikhlasan para tokoh kehebatan Ulama multi Talenta Nusantara (HAMKA)

dengan ilmu di atas maka seorang kader akan menjadi manusia manusia berilmu tinggi dengan keilkhlasan yg tinggi pula ('ULAMA RABBANI)

Kader ulama harus memguasai kurang lebih 50 cabang ilmu.

(disinilah, menurut saya, salah satu murid SD MUHAMMADIYAH GISTING YG TELAH HAFAL 30 JUZ UNTUK DI KADER MENJADI ULAMA RABBANI (Najwa) dengan asupan nutrisi yg saya gambarkan di atas.

Semoga akan terwujud kader ULAMA RABBANI.

(tulisan di atas saya terjemahkan dari salah satu kurikulum pondok Al Fa Fa di Iskandariah Mesir)

#maksimalkanIkhtiar

Next

Related