(khutbah Jum’at, 25 Rajab 1441 H)[1]
إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ
اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ
فَوْزاً عَظِيماً. أما بعد
Segala puji bagi Allah ta’ala. Dalam genggamanya seluruh makhluk
baik di bumi dan di langit. Tidak kekuatan yang mampu menolak kehendaknya. Dan
tak ada kekuatan pula yang mampu menghindar dari ketentuanya. Ya Allah kami
bersaksi bahwa Enghkau adalah Tuhan kami. Tidak ada yang berhak di sembah
kecuali hanya Engkau.
Shalawat dan salam kepada Nabi
kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, segenap keluarga dan
sahabatnya, para pejuang yang gigih berjuang, serta pengikutnya yang istiqamah
menegakkan sunnahnya hingga akhir jaman.
Senantiasa khatib menyampaikan
wasiat kepada hadirin untuk menjaga dan meningkatkan kualitas penghambaan diri
kepada Allah ta’ala. Hanya kepada Allah kita beribadah dan hanya kepada Allah
kita meminta pertolongan. Pada saat musibah yangterus menyebar ini, mari kita
jadikan taqwa sebagai perisai diri. Jangan biarkan kekhawatiran merenggut
tawakkal kita kepada Allah.
Jama’ah Shalat Jum’at Rahimakumullah.
Peradaban Islam adalah peradaban ilmu, sehingga Ulama – ulama Islam
lebih mementingkan budaya ilmu dari pada budaya batu.[2]
Maka jadilah Muslim yang dinamis dengan ilmu dan jangan keras seperti batu.
Rasulullah
shollallahu ‘alaihi wasalla bersabda:
عن
عبدالله بن عمرو بن العاص - رضي الله عنهما - قال: قال رسول الله - صلى الله عليه
وسلم -: ((إن الله لا يقبض العلم انتزاعًا ينتزعه من العباد، ولكن يقبض العلم بقبض
العلماء حتى إذا لم يُبْقِ عالمًا اتَّخذ الناس رؤوسًا جهالاً، فسُئِلوا فأفتوا
بغير علم؛ فضلوا وأضلوا))؛ متفق عليه.
“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak
menggengam ilmu dengan sekali pencabutan, mencabutnya dari para hamba-Nya. Namun
Dia menggengam ilmu dengan mewafatkan para ulama. Sehingga, jika tidak
disisakan seorang ulama, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka
bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. Maka mereka
tersesat dan menyesatkan”. (Riwayat Al Bukhari)
Hadist ini memberikan gambaran
kepada kita akan munculnya musibah di cabutnya ilmu. Sehingga kebodohan meraja
lela. Dan dampak buruknya adalah semakin nampaknya ketersesatan dalam memandang
hidup dan kehidupan. Sehingga ketersesatan di anggap sebuah kebenaran dan
sebaliknya.
Oleh karena
itu, marilah kita menyandarkan cara merespon kondisi dengan menyandarkan pada Nasehat
Ulama yang dalam keilmuanya dan orang orang yang ahli dalam bidangnya.
Dan Kami tidak mengutus sebelum
kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; Maka
bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.
(Al-Nahl:43)
Saat ini kita sedang berada dalam kondisi yang membutuhkan
penyikapan dengan dengan benar. Berdasarkan release terbaru dari BNPB RI
tanggal 19 maret, ada 309 positif corona, 25 orang meninggal dan 15 sembuh.
Per Kamis (19/3/2020)di Kompas.com, seperti dikutip dari Johns
Hopkins University, total ada sebanyak 214.894 kasus terkonfirmasi positif
Covid-19. Sementara itu, angka kematian sebanyak 8.732 orang dan pasien sembuh
83.313 orang. Berikut 10 negara dengan jumlah kasus terbanyak: China: 81.102
kasus, lebih dari 3.122 kematian. Italia: 35.713 kasus, 2.978 kematian Iran:
17.361 kasus, 1.135 kematian Spanyol: 13.910 kasus, 623 kematian Jerman: 12.327
kasus, 28 kematian Perancis: 9.052, 148 kematian Korea Selatan: 8.413 kasus, 84
kematian Amerika Serikat: 7.769 kasus, 55 kematian Swiss: 3.028 kasus, 28
kematian Inggris: 2.642 kasus, 71 kematian.
Gubernur DKI Jakarta mengatakan “bahwa
corona itu bukan hanya berbicara tentang penyakitnya tetapi berbicara tentang
bagaimana wabah ini menyebar secara masif”Mari kita belajar dari Italia. Pada
tanggal 20 februari hanya ada 4 kasus dalam 23 hari melonjak menjadi 21.000
lebih kasus. Ini terjadi karena mereka tidak melakukan kampanye serius”.
Ketika
terjadi tha’un di negri syam banyak di antara para syahabat yang terdampak
dengan tha’un dan ada yang meninggal. Di antara para shahabat yang terdampak
adalah; Abu Ubaidah bin al Jarrah, Mu’az bin jabal, Yazin bin Abi Sufyan,
Haris bin Hisyam (ada riwayat beliau meninggal di perang Yarmuk) Suhail bin
‘Amr. Dan wabah tha’un itu, dengan izin Allah, bisa berhenti dengan ide
cemerlang ‘Amr bin ‘Ash. Beliau memberikan arahan kepada khalayak untuk
menghindari percepatan penyebaran tha’un itu dengan melakukan social Distancing
(saling menjauh satu dengan yg lainya menuju ke gunung gunung.
Social distencing bukanlah sesuatu
yang baru. Sehingga ketika pemerintah meliburkan anak anak sekolah , para
mahasiswa, meminimalisir keramaian, meminimalisir pergerakan, bahkan mungkin
juga sampai pada tahap zero movemen (menghentikan pergerakan/lockdown), maka
kita harus mengikutinya.
Berikut ini adalah beberapa fatwa
ulama dan Surat edaran dan Perrnyataan dari Pemerintah menyikapi firus covid-19;
1. Fatwa nomor 247 Kerajaan Arab Saudi, tanggal 22 Rajab 1441 H. Yang
berisi; penghentian pelaksanaan sholat jumat, dan jama’ah di masjid, di
tutupnya masjid dalam waktu waktu tertentu, di serukanya seruan Shollu fi
buyutikum dll, mengambil tindakan hukum pada yang tidak mengindahkan hal hal di
atas.
2. Fatwa MUI Nomor 14
Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19
yang diterbitkan MUI pada Senin (16/3/2020) yang berisi 9 point.
3. Dewan Senior Ulama al-Azhar, Mesir,
telah mengeluarkan fatwa terkait shalat berjamaah di tengah mewabahnya virus corona.
Ada tiga poin utama dari fatwa; a). Penangguhan sholat jumat dan jamaah dan di
perboloehkanya muazzin membaca “shollu fi buyutikum”, b). wajibnya mengikuti
arahahan lembaga kesehatan.
4. Menteri kesehatan telah mengeluarkan
Surat Edaran nomor HK 02.01 tentang
protocol Isolasi diri dalam penanganan korona.
5. Bupati Tanggamus telah mengeluarkan
Surat Pernyataan Siaga Darurat selam 14 hari. Terhitung mulai tanggal 18 sampai
dengan 31 Maret 2020.
Maka Khotib kembali menekankan dan menghimbau, “Marilah kita
bersama sama ikut berperan aktif dalam ikhtiyar menekan laju perkembangan
menyebarnya covid-19. Dan kita berdoa kepada allah semoga Allah senantiasa melindungi
kita dari penyebaran covid-19
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah ke II
إِنَّ
الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ
مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ
إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
Jama’ah shalat Jum’at Rahimakumullah
Pada khutbah kedua ini khotib akan menyampaikan pesan Ulama tentang
bagaimana menyikapi virus Corona:
1.
Mengimani
dengan penuh akan qadho dan qadhar Allah.
!
Tidak ada suatu
musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan Barangsiapa
yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. dan
Allah Maha mengetahui segala sesuatu.(al-Taghobun:11)
“apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat,
Maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh
Allah Maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. dan Dialah
yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Fatir:2)
2.
Jaga ketaatan kepada Allah
Dari Abul ‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbâs
Radhiyallahu anhuma, ia mengatakan, 'Pada suatu hari, aku pernah dibonceng di
belakang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda: Wahai anak
muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat, Jagalah Allah, niscaya
Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, maka engkau akan mendapati-Nya di
hadapanmu. Jika engkau memohon (meminta), mohonlah kepada Allah, dan jika
engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah,
bahwa seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberi suatu manfaat kepadamu,
maka mereka tidak akan dapat memberi manfaat kepadamu, kecuali dengan sesuatu
yang telah ditetapkan Allah untukmu. Sebaliknya, jika mereka berkumpul untuk
menimpakan suatu kemudaratan (bahaya) kepadamu, maka mereka tidak akan dapat
menimpakan kemudaratan (bahaya) kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah
Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah
kering.’” (HR at-Tirmidzi dan ia berkata
hadis ini Hasan Shahih).
3.
Memaksimalkan ikhtiar untuk mendatangkan Pertolongan Allah.
حديث سعد بن أبي وقاص رضي الله عنه أن النبي صلى
الله عليه وسلم قال : ( مَنْ تَصَبَّحَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً ،
لَمْ يَضُرَّهُ فِي ذَلِكَ اليَوْمِ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ ) رواه البخاري في "
صحيحه " (رقم/5445) ومسلم في " صحيحه " (رقم/2047)
.
“Barang siapa
pada waktu pagi setiap harinya memakan 7 butir kurma ajwa maka insyAllah akan
terbebas dari gangguan sihir dan Racun”.
Dari Utsman bin
‘Affan Radhiyallahu 'Anhu ia berkata,
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
“Tidaklah seorang hamba membaca di pagi dan sore hari
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي
الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ
“(Aku berlindung) dengan Nama Allah yang bersama nama-Nya tidak
ada sesuatu di bumi dan langit yang bisa membahayakan. Dan Dia Maha Mendengar
lagi Maha Mengetahui,” sebanyak tiga kali (melainkan) tidak ada sesuatu yang
membahayakannya.” (HR. Abu Dawud & Al-Tirmidzi,
lafadz milik al-Tirmidzi)
عن أبي عبد
اللَّه بن عابس الجهني: أن النبي صلّى اللَّه عليه وسلّم قال له :«يا ابن عابس ألا
أدلك – أو ألا أخبرك – بأفضل ما يتعوذ به المتعوذون؟ قال: بلى يا رسول
اللَّه قال : قل أعوذ برب الفلق وقل أعوذ برب الناس هاتان السورتان». رواه النسائي
Dari Abi Abdillah bin ‘Abis
Al-Juhani, bahwasannya Nabi saw. bersabda kepadaku, “Wahai Ibnu Abis, maukah
aku tunjukkan – maukah kamu aku kabarkan – paling afdhalnya sesuatu yang
orang-orang yang meminta perlindungan dengannya?” Ibnu Abis berkata, “Mau wahai
Rasulullah.” Beliau bersabda, “qul a’udzu birabbil falaq dan qul a’udzu
birabbin nas, dua surah ini.”
4.
Jangan membuat hoax dan jangan terpengaruh dengan hoax.
قول ابن سرين الذي رواه الإمام مسلم في مقدمة صحيحه عن ابن
سيرين رحمه الله قوله : " لم يكونوا يسألون عن الإسناد فلما وقعت الفتنة
قالوا : سموا لنا رجالكم ، فيُنْظَرُ إلى أهل السنة فيُؤْخذ حديثُهم ، ويُنْظَر
إلى أهل البدعة فلا يؤخذ حديثهم "
“Perkataan Ibnu Sirin yang diriwayatkan oleh
Imam Muslim dalam Mukaddimah Shohihnya. “Pada kehidupan masa sahabat mereka
tidak banyak bertanya tentang sanad sebuah berita. Namun ketika terjadi fitnah,
mereka berkata: Sebutkanlah dari mana sumber berita yang engkau dapatkan.
Ketika sumber itu berasal dari ahli sunnah maka ambillah. Namun apabila berasal
dari para pembuat berita tdk berdasar maka janganlah di hiraukan”
5.
Hadapilah musibah dengan kesabaran
155. dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan
sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan
berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
156. (yaitu)
orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna
lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" (Al Baqarah)
6.
Jadikanlah wabah yang sedang menimpa dunia ini semakin menyadarkan
kita akan kelemahan diri. Dan seberat apapun musibah dunia yang mengenai kita,
itu masih ringan dibandingkan dengan musibah rusaknya agama kita.
Karena betapapun sehat kondisi
kita, namun iman rusak maka kesehatanya akan menjadi nikmat yang akan di mintai
pertanggung jawaban oleh Allah.
Dan seandainya fisik kita sakit
atau bahkan meninggal, namun keimanan tetap melekat kuat dalam diri, maka sakit
dan musibah yang menimpa akan menjadi bagian penghapus dosa dosa kita.
.اللهم اغفر
للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات اللهم ادفع
عناالغلآء والبلآء والوبآء والفحشاء والمنكر والسيوف المختلفة والشدآئد والمحن
ماظهر منها ومابطن من بلدنا هذا خاصة ومن بلدان المسلمين عامة انك على كلى شيئ
قدير ربناآتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.
عباد الله, إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء
ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي, يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله
العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم واسألوه من فضله يعطكم واتقوه يجعل لكم من أمركم مخرجا, ولذكر الله أكبر
.
[1]
Khutbah ini di tulis oleh Fadhoil dan di sampaikan pada hari Jumat tanggal 25
Rajab 1441 H di masjid Al Munawarah Gisting.
[2]
Adian Husaini, Pendidikan Islam (Mewujudkan Generasi Gemilang Menuju Negara
Adidaya 2045) hal. 65






