Islam mengharamkan riba maka muncul bank Syari'ah (walaupun kondisinya belum syari'ah)
Islam mewajibkan konsumsi barang halal maka muncul sertifikasi Halal.
Islam menghramkan minuman keras maka tdk ada warung muslim yg mukmin menjual minuman keras. Dst
Pada dunia yg sangat materialistic ini dimana kapital memegang peranan sangat besar dalam mengendalikan arah bisnis, bahkan materi sudah menjadi akidah. Sertifikasi halal menjadi sesuatu proses yg harus di lalui oleh pebisnis manapun yg akan menunuju konsumen muslim. Dan tanpa itu saya yakin bahwa produk mereka tdk akan laku.
Disinilah marwah ummat dan bargaining position nya akan menjadi kuat.
Dimanakah posisi kita?
Apakah kehalalan sebuah produk masuk dalam pertimbangan kita atau kah "ah itu ribet, menyulitkan. hidup kok repot repot amat sih. Gitu aja kok repot
Mari kita renungkan
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ(214)
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: kapan pertolongan Allah datang?. Ingatlah bahwa pertolongan Allah itu dekat. (albaqarah)
Marilah kita maknai peristiwa ini dng memgevaluasi:
Bagaimanakah kehalalan sekolahku?
Bagaimanakah kehalalan koprasiku?
Bagaimanakah kehalalan interaksiku?
Yakinlah bahwa semakin halal hidup ini maka marwah dan bargaining position diri, ummat islam akan terjaga, insyAllah
oleh Fadhoil
