Sabtu, 23 November 2019

PHIWM FOCUS KE 12



(Kehidupan Islami Warga Muhammadiyah)
Rewritten by Fadhoil

A. KEHIDUPAN KELUARGA

1. Kedudukan keluarga
1.1. Keluarga merupakan tiang utama kehidupan umat dan bangsa sebagai tempat sosialisasi nilai nilai yg paling intensif dan menentukan. Karena itu menjadi kewajibam setiap anggota Muhammadiyah untuk mewujudkan kehidupan keluarga yg sakinah, mawaddah, warahmah yang dikenal dngan keluarga sakinah*_.

Penjelasan

Perzinahan, perselingkuhan dan segala bentuk kemaksiatan dalam rumah tangga akan menghilangkan aspek sakinah(ketenangan), mawaddah(saling cinta), rahmah(saling sayang). Sebaliknya yg akan muncul adalah ketidak tenangan, saling curiga, saling menyakiti

Maka jagalah keluarga sebagai pilar untuk melahirkan generasi generasi yg tenang jiwanya, pribadi yg penuh cinta terhadap diri dan lingkunganya, serta generasi yg menyayangi diri dan sesamanya

Kita di hadapkan pada musibah munculnya generasi yg membuat mata yg melihatnya pedih dan resah. Generasi yg jiwanya sangat labil, mulut dan prilakunya kasar serta cenderung menjadi problem maker ketimbamg problem solver.

Semua berawal dari hilangya pilar utama penjaga keluarga yaitu kedua orang tuanya.

Maka jadilah para suami sebagai qiwam(penjaga, leader dll).

Maka jadilah para suami sebagai rijal yaitu para lelaki yg pantas disebut sebagai lelaki. Para lelaki yg konsiaten menegakkan sholat berjamaah, janganlah menjadi dayyus(para suami yg masa bodoh ketika kemaksiatan merenggut dan masuk kedalam rumahnya)

Marilah kita perbaiki rumah tangga kita dengan menjadikan diri kita sebagi contoh dan tauladan bagi anak anak kita.

Di GROUP ini ada 154 anggota. Maka apabila setiap kita, dng semangat pengabdian kepad Allah, menjaga rumah tangga kita maka akan muncul gelombang perubahan yg dahsyat.

Adakalanya kita perlu berdakwah tinggi melangit.  Namun, kita harun menengok orang org terdekat kita yaitu keluarga.

Jadikanlah istri atau suami, orang pertama yg merasakan keindahan akhlak, cinta dan kasih sayang kita.

Karna akhlak yg baik yg di rasakan orang lain namun keluarganya merasakan kepedihan akibat buruknya perangainya, merupakan sebuah kepura puraan dalam membamgun akhlaknya.

Wahai istri dan anak anaku, doakan abimu di berikan kekuatan oleh Allah dalam memperbaiki diri untuk membimbing kalian merengkuh kebahagiaan bersama di dunia dan akhirat.

Wahai istri dan anak anaku, abimu mencintaimu dan menyayangimu๐Ÿ’๐Ÿ’˜

Sumber : Pedoman Hidup Islami Warga Muhmadiyah, hal. 16

surakarta, solo

Next

Related