Kamis, 31 Oktober 2019

Ungkapan Kerinduan ke Baitullah

fadhoil.com

Pagi ini aku mengantar istriku ke tempat kerja, di jalan aku berpapasan dengan ramainya iringan kendaraan para CALON TAMU ALLAH dan PARA PENGANTARNYA mata ini merah dan tak terasa mengeluarkan air mata. Hati ini selalu bergetar ketika mendengar Baitullah, Masjidil Haram, Masjid An Nabawi aku teringat dengan salah satu hadist Nabi  صلي الله عليه وسلم :
Beberapa dalil berikut sebagai bukti.

عَنْ جَابِرٍ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فِى غَزَاةٍ فَقَالَ « إِنَّ بِالْمَدِينَةِ لَرِجَالاً مَا سِرْتُمْ مَسِيرًا وَلاَ قَطَعْتُمْ وَادِيًا إِلاَّ كَانُوا مَعَكُمْ حَبَسَهُمُ الْمَرَضُ »

Dari Jabir, ia berkata, dalam suatu peperangan (perang tabuk) kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya di Madinah ada beberapa orang yang tidak ikut melakukan perjalanan perang, juga tidak menyeberangi suatu lembah, namun mereka bersama kalian (dalam pahala). Padahal mereka tidak ikut berperang karena kedapatan uzur sakit.” (HR. Muslim no. 1911).

Ya, Allah, aku rindu dengan BaitullahMu. Aku rindu dengan Masjidil Haram. Aku rindu dengan Masjid An Nabawi. Aku rindu dengan HajiMu. semoga kerinduanku akan menjadi seperti sabda Rasululloh,"bahwa ada sahabat yg tdk ikut berperang dan menyeberangi lembah namun mereka mendapatkan pahala seperti mereka yg berperang
Ya Allah, fisiku tak hadir di depan ka'bahMu namun hatiku selalu untukMu.

Wahai Para tamu Allah sampaikan salam kerinduanku untuk thawaf di ka'bah.

Iring iringan kendaraan begitu panjang. Ada yg berkendaraan pribadi bahkan ada yg membawa bis. Sungguh ramai sanak jeluarga, teman, karib kerabat. Fisikmu (Para Calon Jamaah Haji) berada di antara ramainya jama'ah yg mengantarkanmu namun jagalah hatimu hanya untuk RabMu

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ(162)

Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (Al An.'am)

Rasululloh bersabda

ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Doaku
Semoga Allah menjaga hati Para Tamu Allah. Dan menganugerahi mereka dengan predikat HAJI MABRUR

By. Al Faqier ilAllah Fadhoil (aku rindu PadaMU ya Allah)

Next

Related